Postingan

Menampilkan postingan dengan label Poetry

AMPUNI AKU TUHAN.

Fauzan Kayo Mudo ©   AMPUNI AKU TUHAN.    Karya: Fauzan Kayo Mudo. Di sepertiga malam... Mata ku tak mau lagi di pejamkan. Dalam suasana yang sepi mencengkam. Yang terdengar hanya lah suara jangkrik yang bersahut-sahutan. Aku melamun mengenang masa yang silam. Terbayang lah betapa banyak dosa yang ku lakukan. Membuat perjalanan hidup ku sangat kelam. Aku tenggelam dalam kemaksiatan. Aku di hanyut kan oleh hal-hal yang haram. Aku tak mengenal rasa kemanusiaan. Perbuatan ku sering merusak alam. Aku terbujuk oleh rayuan setan. Dunia ku diselubungi oleh kabut yang hitam. Aku berada dalam hidup yang penuh kesesatan. Ketika ku tersadar dari lamunan. Keringat dingin telah membasahi badan. Aku merasa sangat ketakutan. Aku di hantui oleh rasa penyesalan yang amat mendalam. Oh tuhan... Di keheningan malam. Dalam rasa kesedihan dan penyesalan. Aku bersujud memohon ampunan. Atas segala dosa yang pernah aku lakukan. Yang banyak nya tak terhitung kan. Setinggi gunung sedalam lautan. Aku ingin bertau

BERSYUKUR LAH KEPADA ILAHI

Fauzan Kayo Mudo. ©   BERSYUKUR LAH KEPADA ILAHI.    Karya: Fauzan Kayo Mudo. Ketika kita terbangun di pagi hari. Maka bersyukur lah kepada Ilahi. Karena kita masih bisa menikmati. Betapa segarnya udara pagi. Dan  hangatnya cahaya mentari. Jangan lah kita mengkufuri. Nikmat yang telah diberi. Sesungguhnya azab Allah itu sangatlah pedih.

AWAN DAN BUIH

Aidil AF ©   AWAN DAN BUIH.    Karya: Aidil AF. Awal ku bernaung dibawah awan hujan menapak cita dan doa. Awalku berlabuh disela buih mendayung harapan dan cinta. Dalam kota ini daku pandangi senja teguh mengantar siang kuat menyambut kelam. Aku disini merajut mimpi dalam benang sari katus padang pasir yang rindu disiram. Awal ku menatah pesan bidadari jangan rindu pelangi itu mitos jika aku disana. Awal ku diam badai berpesan jangan takut aku, takutlah saudaraku. Dalam kota ini secarik kertas bernyanyi pegang tegap cinta langit sampai abadnya. Pangku surat sejuk baginda kunci mantapnya jiwa. Bunda, kalimat surgawimu juru hidupku. Bunda, dengan lantunan airmatamu aku dapat hidup disekat cinta awan berlapis buih. Disini aku tegak menapak untuk merangkuh asa dan arwana biar pulang katus berbunga doa.

CINTA MUDAH DATANG DAN PERGI

 Waktu terus bejalan ke depan, Terlalu enggan untuk menoleh ke belakang, Tampa peduli akan luka yang Iya torekan,  Keping demi kepingan ingatan bersatu padu menjadi gambar yang membuat hati menjerit peri Yang memancing jatuhnya berjuta kristal bening di pipi, Ingin rasanya untuk mengejar, Menggulirkan rasa penyesalan yang telah terukir luka yang tak mungkin dapatt terhapus, Namun tak dapat kulakukan,  Karena, ada rantai yang mengikat diri, Yang memaksa tuk tinggal disini, Cinta mudah datang dan pergi, Maka jagalah perasaan dan matamu, Agar cinta tak melukaimu, Sesungguhnya cinta mudah datang karena perasaan dan bola matamu, Yang dengan mudah nya kalian Beri kenyamanan ke semua insan, Melalui tatapan teduh mu, Dan sentuhan halus perasaanmu di jiwanya. Dan pada akhirnya kalian sendiri yang akan merasakan luka, Dan penyesalan teramat dalam, Tampa dipedulikan oleh para insan yang pernah kalian beri kenyamanan.

KU SIMPAN KAU DALAM KENANGAN

Mutiara Khairani. ©️   KU SIMPAN KAU DALAM KENANGAN.    Karya: Mutiara Khairani. Akulah wanita yang mencintaimu dalam kegelapan, Dikeheningan malam aku mengaduh, Betapa sakitnya aku karenamu, Rindu yang menusuk dada, cinta yang menyat hati dan bayanganmu membuatku gila dengan hadirmu untuk singgah dengan waktu yang sempit, yang mampuh menjungkir balikkan hidup dan perasaanku,  Ntah sudah berapa kali aku merintih perih, Untuk berharang engkau kembali,  Kebali dengan cintaku yang kau curi, Dengan senyummu yang getarkan jiwa ini, Detak jantungku bepacu kencang, seakan menyadariku bawah engkau tak akan kembali kedekapanku, Karena dia hadir disisimu, yang memberi kenyamanan baru untukmu, Apakah rasa sakit sekejam ini?. Lebih sakit dari disilet,  Aku mencintaimu sampai mati, Namu sebelum aku mati engkau telah pergi😢 Kusimpan kau dalam kenangan, kerena perasaanku masih menginginkanmu sebagai harapan sejati, Aku telah kehilangan, Namun ketulusanku, selalu mendekapmu dengan kehangatan cintaku,

Cinta si daksa

Fahmi Arifin Bisa ©️   Cinta si daksa. Oleh: Fahmi Arifin. Cinta tak memerlukan kaki Tetap bisa melangkah Menuju masa depan yang indah. Denganmu wahai kekasih  Cinta tak memerlukan lisan yang jelas  Untuk mengucapkan cinta  Karena cinta tak sekedar ucapan  Namun di buktikan dengan tindakan Itulah cinta si daksa Mengandalkan hati bukan fisik Tetap bisa membahagiakan Meski fisik tak utuh Itulah cinta si daksa Tetap bisa berjuang Meski jauh dari sempurna Demi orang yang ia sayang Cinta tak memerlukan tangan Ku tetap bisa memegang janji Untuk selalu tetap setia Sampai saat nanti ku tiada lagi

YAA RASUL KU

Mutiara Khairani ©️ YAA RASUL KU.     Karya: Mutiara Khairani. Gelap takkan tampak terang. Itulah gambaran waktu itu. Lalu datanglah cahaya suci. Cahaya suci yang mampu membawa kebahagian dunia ini. Yaitu engkau rosulku. Setelah engkau lahir. Dunia ini tak lagi gelap. Dunia ini tak lagi bodoh. Dan dunia ini tak lagi dipenuhi dengan kezaliman. Yaaa rosulku. Engkau perangi kejahatan yang marajalela. Engkau ajarkan kebaikkan hanya untuk kami umat mu. Engkau pemimpin yang gagah perkasa kami. Engkaulah pahlawan seluruh dunia ini. Dan engkaulah suri taladan yang tiada tandingannya. Terimakasih yaa rosul. Engkau telah memberikan yang terbaik untuk kami. Terimalah solawat kami hanya untuk MU yaa Muhammad. Hanya untuk mu. ALLAH huma sholiala Muhammad waala ali Muhammad.

MENGEJAR SERIBU BINTANG.

Kamel Putri ©️   MENGEJAR SERIBU BINTANG,  *****    Karya: Kamel Putri. Saat rindu menjelma. Hati mulai bertanya-tanya. Harus ditujukan kepada siapa rindu yang telah menerpa hati saat ini. Harus dijatuhkan kepada siapa rasa yang tak ada pemiliknya ini. Saat malam menjelang. Hati pasti mulai berangan-angan. Akankah aku mampu menyambut mentari besok pagi ? Akankah aku mampu mengejar  sesuatu yang pasti ? Akankah aku mampu mencari cinta yang  sejati ? Mampukah Aku mengejar seribu bintang ? Mampukah aku menggapai mentari yang terang ? Aku ibarat anak merindukan kasih sayang dari seorang ibu. Aku seperti bunga yang tak pernah ada yang menyirami. Aku bagaikan kapal yang tak ada tempat berlabuh. Oh Tuhan... Haruskah aku begini selalu ? Haruskah hati ini selalu sendiri ? Haruskah jiwa ini selalu merasa sepi ? Haruskah cinta ini tak ada yang memiliki, ?? . ?

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-75

Persembahan dari : Gelegar Bangsa (menjadi hebat bersama orang-orang berbakat)   Indonesia Negeri ku tercinta Engkau lahir dari sebilah bambu. Engkau terwujud dari segumpal darah merah Engkau ada dari sepotong tulang putih. Yang dibalt jadi senangat merah putih. Ribuan denyut nadi dan detak jantung bersatu padu demi lahirnya kata merdeka. 17 agustus 1945. Negeriku tertawa renyah menyambut kemenangan tumpah darah. Nyaw-nyawa berteriak riuh, karena bangsa merdrka utuh. Wahai anak bangsa, jagalah Indonesia bagai keluarga. Wahai anak negeri, jagalah tanah air dengan hati. 75 tahun berlalu, lanjutkan semangat juang caramu mencintai Indonesia. Sekali merdeka tetap merdeka. Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-75

AKU DAN KAU, BAGAIKAN KOPI DAN GULA

Kelvin Aprizal  © Aku bagaikan kopi.  Taukah kamu dengan pahitnya kopi? Hiyaa... Itulah yang ku rasakan saat ini.  Hidup memanglah pahit, namun tergantung kita,  Bagaimana menjalani dan menyikapi . Setelah kehadiran mu,  Aku merasa berbeda Aku merasakan rasa itu Apakah ini rasa sayang? Atau rasa cinta? Huuuuu ntahlah  Jika itu memang rasa rasa  Cinta atau sayang,  Mua kah kamu menjadi bathre cintaku ? Jika iya. Bawahlah aku melangkah bersama mu. Untuk melalui samudra  kehidupan ini. Kau bagaikan gula bagiku.  Yang mampu memberikan rasa manis di setiap langkah kepahitan ku. Makah bawalah aku  melangkah bersama mu Menuju pelabuhan rasa manis yang kau miliki  Dan ajari aku untuk menghilangi  Rasa rasa pahit  Dalam hidup ku.

Curahan Hati Sang Juara

Fahmi Arifin Bisa © Curahan hati sang juara Ini lah aku Yang selalu di puja saat aku podium juara Yang .selalu do dambakan sebaga calon pemenang Yang selalu diharap untuk mengapai sebuah piala Namun  Tak jarang aku di hujat  Dikala aku hanya menjadi seorang perseta Jangan ikut bangga denngan kemenangan Jika kau hanya menghujat jika aku terjatuh Jangan kaui teriak hore saat aku menang  Jika kau juga teriak huu saat aku terjattuh Jangan hanya memberi  kata selamat  Saat aku meraih sebuah kejayaan  Jika tak kau ucap sebuah kalimatt Yang dapat memhiburku saat aku gagal

TATAP

Aidil Akri ©️ puisi tatap karya aidil akri disabilitas, bukan cacat yang acap kali dihujat. terbatas bukan tak bisa berbuat seperti fikiran kalian yang cacat. memelas, kami tak pernah harap dikasihi kami hanya mau hidup sedarajat. jangan kalian tatap kami tak bisa dan berdaya kami memiliki cara yang berbeda. jangan kalian tatap kami tak berguna buat bangsa, negara, agama dan siapa saja karena kami bagian dari sempurna. boleh kami buta, pekak sulit bicara, bodoh mudah dibohongin saja bahkan bagian tubuh kami entah dimana, sering dianggap ganguan jiwa. tapi, kami bisa berlari, bisa bernyanyi, bisa menari, bisa bermimpi, kami mampu mengukir prestasi. tuhan menyayangi kami, agama menghargai kami, undang-undang mempedulikan kami. kenapa kalian tatap kami dengan jijik berujar kami tak baik karna kalian bagus secara fisik. wahai dunia 5 Tanda seru tatap kami dengan kaca mata dokter bukan spion skuter hanya melihat kebelakang. wahai dunia 3 Tanda seru kami tak ingin dikasihi kami hanya ingin d

Fabiayyi ala irobbikuma tukazziban

Aidil Akri ©️ Fabiayyi ala irobbikuma tukazziban. Karya aidil akri Terbentang langit dicakrawala. Bintang berdangsa dipucuk kepala. Lampu menyala dibalik awan Lampu terang tanpa kesulitan, Menghias malam kesnyunian. Segalanya engkau jadikan. Dimana langit dan bumi terpenuhi. Segala yang kau cari. Namun, oleh Manusia serakah. Selalu menengadahkan upah. Sang penguasa jagat raya. Manusia licik berterbangan. Mencari hakikat kehidupan. Tapi ßayang. Mereka lupa engkau pencipta segalanya. Tanpa pertolongan semata. Nafas diberikan Reski dicurahkan. Bumi dan isi dianugerahkan. Nikmat Tuhan yangmana engkau dustakan. Wahai hati masih terselip iman.. Panggil jiwa-jiwa kalian mati sunyi untuk mensyukuri nikmat illahi.