Cerpen: Cinta Lokasi.

Nathallidya Anggraini. © 



Cinta lokasi.

   Oleh: Nathallidya Anggraini.



Pada saat itu, aku lagi berjalan sendirian sambil melamun. Dan tanpa aku sadari, aku nggak sengaja bertabrakan dengan seorang cowok yang kelihatannya sangat terburu-buru. Sumpah, saat itu rasanya aku sangat kaget, dan bercampur takut. aku kira cowok itu bakal marah sama aku, karna aku melamun sambil berjalan! Tapi ternyata malah sebaliknya, cowok itu lah yang minta maaf untuk kesalahan yang ku lakukan itu. Dan masih di tempat yang sama, kami berdua berkenalan, dan saling ngobrol!


eh, maaf, aku nggak sengaja!

iya, nggak apa-apa kok, santai aja!

sekali lagi, aku benar-benar mintak maaf ya!

oke, nggak masalah. Ohya,kalau boleh ku tau, nama kamu siapa? Dan kenalkan, namaku Alvin.


Dan cowok itu memperkenalkan dirinya sambil tersenyum kepada ku.


oh oke, namaku Virra. Salam kenal ya Alvin!

oh jadi nama kamu Virra? Oke salam kenal kembali ya Vir! Ohya, ngomong-ngomong kamu mau kemana. Dan kenapa kamu bisa melamun sambil jalan? Maaf ya Vir aku jadi nanya kayak gini sama kamu.

iya, nggak apa-apa kok Vin. Santai aja! Sebenarnya aku emang sedikit ada masalah sih Vin, makanya tanpa kusadari aku jadi melamun sambil jalan deh! Tapi aku nggak apa-apa kok.


Dan masih ditempat yang sama, aku dan Alvin masih keasyikan ngobrol. Sampai pada akhirnya aku dan Alvin semakin dekat dan semakin akrab aja. Sampai-sampai aku dan Alvin saling bertukar nomor telpon, dan WhatsApp.


oke Vin, kalau gitu aku jalan dulu ya, nggak apa-apa kan? Dan mudah-mudahan nanti kita bisa ketemu lagi!

oke Vir! Tapi apa kamu yakin kalau kamu benar-benar nggak apa-apa? Atau biar aku antar pulang aja, gimana?

iya Vin, aku yakin! Aku benaran nggak apa-apa kok! Dan makasih ya untuk tawaran bantuan kamu. Mungkin lain kali aja ya Vin!

oh gitu, ya udah, kalau gitu kamu hati-hati ya aja Vir. Awas jangan bengong lagi sambil jalan! Alvin tersenyum.

 iya,sekali lagi makasih ya! Dan kalau gitu aku pulang dulu ya Vin? Dan sampai ketemu lagi!

oke, samapai ketemu lagi. sekali lagi hati-hati Vir!

oke! daaa. Makasih Vin!

iya sama-sama Alvin menjawab.


Dan ternyata Alvin langsung jatuh cinta pada pandangan pertama sama aku. Tanpa disengaja dan kami berdua sadari, stelah dari kejadian beberapa hari lalu aku dan Alvin jadi sering bertemu disatu tempat yang sama. Dan tanpa disangka pula, ternyata aku dan Alvin kuliah di fakultas yang sama juga. Kami kuliah di fakultas Universitas Indonesia (UI) di Bogor. Dan secara tidak sengaja, pasti tambah sering bertemu dong? Karena, selain berkuliah ditempat yang sama, ternyata aku dan Alvin juga satu jurusan di fakultas ekonomi dan bisnis.


hai Vir! Kamu kuliah disini juga ternyata?

hallo Vin! Apa kabar? Dan ya, aku kuliah disini. Aku nggak nyangka deh, ternyata kita sekampus juga!

Alhamdulillah kabarku baik! Kalau kabar kamu sendiri gimana Vir?

kabarku Alhamdulillah juga baik Vin.


Aku dan Alvin saling bercerita dan bercanda setiap hari. Sampai pada akhirnya aku juga menyukai. Alvin. Yaaa walau Alvin udah jatuh cinta pada pandangan pertama sih sama aku! Tapi kan aku belum mengetahui kalau Alvin dah jatuh cinta pada pandangan pertama sama aku!


Vir, boleh ngomong sesuatu nggak sih?

boleh kok Vin, kamu mau ngomong apa? Ngomong aja. Ddan serius banget kayaknya?

tapi kamu janji jangan marah ya Vir?

iya Vin, aku janji nggak akan marah. Ngomong aja kali Vin!

sebenarnya dari sejak pertama kali kita ketemu, aku dah langsung suka, dan jatuh cinta sama kamu Vir!

ha, masa sih Vin?

iya Vir, buat apa aku bohong coba? Dan apa kamu mau jadi pacar aku Vir?

maksud kamu? Kamu jangan bercanda deh Vin, nggak lucu tau Vin!

aku nggak bercanda Vir, aku serius! Apa kamu mau jadi pacar aku?


Sesaat aku terdiam sambil berfikir. Yang dibilang Alvin benar apa cuma bercanda ya? Aku bertanya-tanya dalam hatiku sendiri.so disatu sisi aku senang banget Alvin bilang itu sama aku. Tapi disisi lainnya aku masih bingung!


gimana Vir?

eh maaf Vin, tadi aku bengong. dan ya, aku mau kok Vin jadi pacar kamu. karna jujur aku juga suka sama kamu!

kamu serius kan Vir, kamu nggak bercanda kan?

iya Vin, aku serius. Masa bercanda sih!


Setelah beberapa minggu aku jadian sama Alvin. Eh, tiba-tiba ada aja orang yang nggak suka dengan hubungan kami berdua. Dan ternyata orang itu Siska yang sudah dari lama juga suka sama Alvin. Tapi Alvin nggak pernah tanggapin cewek itu dari dulu!


eh loe, cewek nggak tau diri! Ngapain loe pacaran sama cowok gue ha?

maksud loe siapa ya Sis? Gue nggak ngerti deh!

nggak usah belagak begok deh loe Vir!

tapi gue benar-benar nggak tau siapa cowok yang loe maksud itu Sis!

loe mau tau siapa cowok yang gue maksud ha?

yaaaa iyalah Sis, biar nggak ada salah paham lagi antara loe sama gue. Emang siapa sih Sis cowok yang loe maksud?

cowok yang gue maksud dari tadi itu siapa lagi kalau bukan Alvin, emang loe punya pacar banyak apa selain Alvin?

tapi dulu Alvin bilang sama gue dia belum punya pacar lho Sis! Makanya gue mau mau terima dia jadi pacar gue.

awas loe ya Vir! jangan berani-berani nya loe dekatin cowok gue lagi. Atau loe akan terima akibat nya! Ngerti loe?


Dan keesokan hari nya, setelah aku bertemu Siska kemaren, aku jadi berubah sikap sama Alvin. Dan entah kenapa aku benar-benar merasa dibohongin sama orang yang ku cinta. Dan yang pasti perubahan sikap ku itu membuat tanda tanya dalam hati Alvin.


kamu kenapa Vir, Kenapa tiba-tiba kamu berubah sama aku?

aku nggak apa-apa. mungkin itu cuma perasaan kamu aja! dan tolong, mulai sekarang kamu jangan ganggu aku lagi Vin!

lho, kenapa tiba-tiba kamu ngomong gitu sih Vir. Apa kamu lagi ada masalah, atau gimana sih Vir! Kenapa tiba-tiba kamu jadi kayak gini sama aku?

Anu nggak apa-apa dan aku cuma nggak mau aja nanti dibilang cewek pengganggu pacar orang atau cewek perebut pacar orang lain.

maksud kamu apa sih Vir? Aku benar-benar nggak ngerti apa maksud dari omongan kamu itu!

kamu urusin aja pacar kamu, dan jangan ganggu aku lagi.

siapa maksud kamu? Kan pacar aku kamu Vir.

kalau aku pacar kamu, terus Siska itu siapa kamu ha?

siapa, Siska?

iya, Siska! Dia pacar kamu kan?

sumpah demi apa pun aku nggak pernah pacaran sama dia Vir.

kamu nggak usah bohong deh Vin! Aku dah tau semua nya.

ya udah lah Vir, kalau kamu nggak percaya sama apa yang aku bilang nggak apa-apa kok. Tapi yang jelas aku nggak pernah bohong sama kamu!


Lalu Alvin pergi meninggalkan aku sendiri. Dan tiba-tiba Siska menghampiri Alvin.


hy Alvin! Lagi ngaapain nih, kok sendirian aja. Virra pacarmu itu mana?

loe nggak usah pura-pura deh Sis!

maksud kamu apa ya Vin? Aku bena-benar nggak ngerti deh!

oke, gue to the poin aja ya, apa maksud loe bilang sama Virra kalau gue ini pacar loe ha?

tapi aku....

loe apa ha?

aku emang udah suka dari dulu sama kamu Vin, tapi kamu ngga pernah mau tau, dan nggak pernah perduli sama aku dan perasaan aku. Dimana sih salah aku?

udah berapa kali sih gue bilang sama loe Sis? Gue nggak pernah suka sama cewek jahat dan matrealistis kayak loe ini! Ngerti loe?

tapi kamu harus tau Vin, aku nggak suka lihat kamu dekat sama cewek lain! Apa lagi cewek itu Virra!

loe ingat ya, ini terakhir kali nya gue peringatkan sama loe, jangan pernah loe ganggu gue lagi! Apa lagi Virra! Ngerti loe?


Lalu Alvin beranjak pergi meninggalkan Siska. Dan kebetulan waktu itu aku melewati tempat Siska bertengkar sama Alvin tadi. Dan Siska melihat aku, lalu dia memanggil aku.


Virra! sini loe.

ya, ada apa loe panggil gue Sis?

loe ngomong apa sama Alvin ha? Sampai-sampai tadi Alvin marah besar sama gue.

gue, gue....

Virra nggak ngomong apa-apa sama gue!


Tiba-tiba Alvin nyamperin aku dan Siska.


gue kasih tau ya sama loe, kalau gue sama Virra udah pacaran. Jadi loe jangan pernah ganggu gue lagi, ap lagi Virra! dan loe juga nggak berhak buat ngatur-ngatur hidup gue. Ngerti loe?

tapi Vin....

tapi apa lagi sih? Loe mau bilang kalau gue ini pacar loe lagi. Dan biar Virra percaya, lalu biar dia menjauhi gue gitu maksud loe?

nggak, bukan gitu Vin, aku cuma bilang....

bilang apa? bilang kalau gue ini pacar loe, dan jangan ganggu gue lagi. dan nyuruh Virra untuk menjauhi gue. Gitu maksud loe?

udah, udah! Mulai sekarang gini aja, kalau emang loe suka sama Alvin itu tulus, gue ikhlas Sis. Tapi kalau loe ada maksud lain untuk dekatin Alvin, saran gue lebih baik jangan Sis. Karna nggak akan baik buat loe nantinya selalu memanfaatkan orang lain untuk kepentingan loe sendiri Sis.

gue, guue, gue....

loe kenapa ha?

tenang dulu lah Vin, lebih baik kita dengarin dulu Siska mau ngomong apa. Ayo Sis, loe ngomong aja. Tadi loe mau ngomong apa?

gue minta maaf ya sama kalian berdua. Gue nggak bermaksud buat merusak hubungan kalian berdua, terutama gue mau minta maaf sama loe Vir, gue cuma iri sama loe Vir. Loe selalu disenangin sama semua orang, sedangkan gue.....

terus apa mau loe sekarang?

goe minta maaf ya Vir! Selama ini gue dah jahat sama loe. Karna gue iri sama loe, loe bisa punya banyak teman dan pacar yang sayang sama loe. Sedangkan gue? Makanya gue nggak suka, dan pengen melihat loe dibenci sama semua orang. Maafin gue Vir!

loe benar-benar manusia yang nggak punya hati Sis!

udah lah Vin, yang penting kan Siska dah minta maaf, dan mengakui kesalahan nya, dan kenapa dia kayak gitu. Dan ya, aku juga dah maafin siska kok Vin.

loe serius dah maafin gue Vir?

iya Sis, gue udah maafin loe kok! Dan gue juga mau jadi sahabat loe.

tapi, apa kamu yakin Vir?:Siska kan pernah jahat sama kamu.

iya Vin, aku yakin! Karna setiap manusia itu nggak ada yang sempurna kan? 

makasih ya Vir loe dah mau maafin gue, dan loe juga dah mau jadi sahabat gue!

iya Siska, sama-sama.


Dan pada akhir nya aku dan Siska menjadi dua orang sahabat yang saling melengkapi dan saling memberi suport satu sama lain nya.


#Tamat.

Komentar