Cerpen: CRUEL LOVE

Icha Syahputri ©️ 


Cerpen: CRUEL LOVE

Oleh: Icha


Minggu pagi yang cerah. Aku baru saja selesai sarapan pagi bersama mama. Papa tidak ada karena masih bekerja diluar kota. Aku hendak kembali ke kamar ketika bel rumahku berbunyi. "Wah, pagi-pagi udah ada tamu aja!" Gumamku. Karena sudah berdiri di anak tangga, akupun memanggil mama. Kebetulan aku juga sedang malas menerima tamu. Lagian itu pasti tamu mama. Teman-temanku tidak mungkin datang sepagi ini. Mereka pasti masih berada dialam mimpi. Mamapun keluar dari dapur. "Kenapa gak kamu bukain, Ra?" "Lagi males ma. Lagian Zahra mau ke kamar." Jawabku sambil terus menaiki tangga. Tidak sopan, memang. Tapi itulah aku. Kalau lagi malas ya gitu. Tak peduli sekitar. Yang kupedulikan hanya mood-ku yang buruk karena Zafran, pacarku tak memberi kabar semalam. Padahal kan malam minggu. Akupun masuk kamar. Sayup-sayup kudengar mama mempersilakan tamu masuk. "Masuk, Ness! Zahra ada kok di dalam. Bentar tante panggilkan!" Ness? Ness siapa ya? Perasaan gak punya temen yang namanya ada unsur Ness. Tanyaku dalam hati. Mamapun memanggilku. "Ra, turun bentar sayang! Ada temen kamu nih!" "Iya ma!" Sahutku. Akupun turun dengan bingung. Di ruang tamu, tampaklah seorang gadis sebayaku. Ia sangat cantik dan sexy. Memakai dress mini berwarna coklat, senada dengan cluth bag-nya. Rambutnya disanggul, wajahnya dipoles make-up. Kayak mau kondangan aja. "Halo, Azahra! Aku Vanessa. Panggil aja Nessa!" Katanya sambil mengulurkan tangan. Aku menyambutnya. "Panggil Zahra aja." Kataku. "Mama tinggal dulu ya!" Kata mama menyela perkenalan kami. Kamipun mengangguk. "Jadi, ada perlu apa kamu nyariin aku?" Tanyaku tanpa basa-basi. "Aku Nessa, pacar Zafran!" Katanya. Aku terkejut, tetapi tidak heran. "Oh, yang mana lagi sekarang?" Gumamku. Bukan sekali dua kali Zafran selingkuh. Tapi akhirnya dia tetap kembali padaku dan meninggalkan selingkuhannya. Walau setelahnya cari selingkuhan baru lagi. Tapi entah kenapa aku masih memaafkannya. Dan aku takjub atas keberanian Nessa yang datang ke rumahku. "Aku mau ngajak kamu kerjasama buat ninggalin cowok brengsek macam Zafran." Katanya. Ada rasa tak terima dalam hatiku. Aku tahu Zafran emang brengsek, tapi tak seharusnya orang lain mengatakannya. Aku, pacarnya saja yang sudah disakiti berkali-kali tidak pernah mencapnya. "Kamu tahu, kenapa Zafran cuma sebentar nge-chat kamu? Itupun cuma ping doang. Karena itu bukan Zafran, itu aku. Semalam Zafran sama aku." Cerita Nessa sambil menunjukkan video kebersamaan mereka tadi malam. Dadaku sesak melihatnya. Kucoba menahan airmata yang hampir tumpah. "Aku udah berantem sama Zafran semalam. Dan aku kasihan sama kamu makanya aku datang kesini buat bantu kamu lepas dari cowok itu!" Lanjutnya. "Aku gak akan ninggalin dia sebelum aku memakinya habis-habisan!" Kataku. Setetes airmata jatuh juga akhirnya. Aku mengambil ponselku dan merekam pembicaraan kami untuk selanjutnya kukirimkan ke Zafran dan meminta penjelasan. Aku mewawancarai Nessa tentang hubungan mereka, dan apa saja yang mereka lakukan saat bersama. Ditengah-tengah wawancara, Nessa memutuskan menelpon Zafran. Akupun setuju dan mematikan perekam. "Aku yang nelpon, kamu yang ngomong ya!" Katanya sambil menyerahkan ponselnya. "Halo, Nessa sayang!" Kata Zafran ceria. Kuhapus airmataku yang hampir tumpah lagi. Tidak, aku tak boleh menangis didepannya. Supaya dia tahu kalau aku bukan wanita cengeng. "Halo!" Kataku ketus. "Halo! Siapa nih?" "Heh orang gila! Kau udah lupa sama aku? Udah gak kenal lagi sama suaraku? Anj*ng, kalau kau berani, telpon aku, kita bicarakan semuanya. F*ck you!" Aku menekan tombol daya, bermaksud menutup telepon. 5 menit berlalu, Zafran tak juga menelponku. Akhirnya kuputuskan untuk menelponnya di whats app. Berdering. Aku menunggunya menjawab. Tiba-tiba, aku mendengar suaranya dari ponsel Nessa. "Dasar cewek bego. Udah disakitin berkali-kali masih aja ngejar-ngejar. Dimana harga dirimu? Mending aku sama Nessa." Mendengar kata-kata itu, airmataku jatuh tak tertahankan lagi. Aku menangis sejadinya. Tak kusangka Zafran sekejam ini. "Nah, Zahra, makasih ya udah ngasih Zafran buat aku. Selamat menikmati kesendirianmu." Kata Nessa sambil tersenyum penuh kemenangan. Iapun pergi. Aku berlari menuju kamar, mengunci pintu berbaring dan menangis. You said you'd never lie again

You said this time would be so right

But then I found you were lying there by her side. Tidakkah kauingat siapa yang menerima segala perbuatanmu? Tidakkah kau sadar akan rasa sakitku akibat ulahmu? Mengapa kau tega mencampakkanku? Apa salahku, Zafran? 

You turn my whole life so blue

Drowning me so deep

I just can reach myself again

Oh you ...

Successfully tore my heart

Now it's only pieces

Oh, nothing left but pieces of you. Kiniku telah hancur. Tak ada lagi yang menghibur. Dia, yang selalu menghiburku malah dengan kejam menghancurkanku. Zafran, jika suatu hri nanti kau ingin kembali, kembalilah. Hatiku selalu terbuka untukmu. Karena penghuni hatiku adalah kamu, dan selamanya akan begitu. Aku mencintaimu, Zafran Yudhistira. Aku tak peduli sekejam apapun kamu memperlakukanku. Kuharap kau cepat kembali.

Selesai.

Komentar